PERKEMBANGAN MUKA BUMI


Perkembangan bentuk muka bumi dipengaruhi oleh dua tenaga endogen dan eksogen. Tenaga endogen adalah tenaga yang disebabkan dari dalam bumi. Tenaga tektonik adalah tenaga yang dapat menimbulkan bentukan-bentukan baru di muka bumi ini. Hasil dari tenaga tektonik antara lain naik turunya permukaan bumi. berikut ini adalah teori teori tentang perkembangan muka bumi.

a.   Continental drift (Apungan benua)
Teori ini dikemukakan oleh Alfred Lothar Wegener, seseorang ahli meteorology Jerman  tahun 1912. wegener mengatakan bahwa semua benua berasal dari satu masa daratan yang besar atau induk disebut pangea.



b.   Kontraksi
Teori ini dikemukakan oleh James Dana dan Elie De Baumant. James dan bauman mengatakan bahwa bumi mengalami menyusutan dan pengerutan karena pendinginan sehingga terbentuklah lembah dan pegunungan.

c.   Laurasia Gondwana

  Teori ini dikemukakan oleh Sues pada tahun 1884. Sues mengatakan bahwa bumi terbentuk dari 2 benua benua yang berbeda dibelahan Bumi utara dan belahan Bumi selatan. Kedua benua ini bernama Laurasia dan Gonwana.

d.   Lempeng Tektonik
Teori ini dikembangkan oleh F. Vine dan D Matthews pada tahun 1963. Vine dan Matthews menemukan garis-garis magnetis Bumi yang menunjukan bahwa Bumi terdiri dari lempengan-lempengan yang sebgian berupa Benua dan sebagian lain berupa Lautan.



Lempeng lempeng tektonik mempunyai gerak saling menjauh ,mendekat , dan berpapasan. Pergerakan lempeng kerakbumi ada 3 macam yaitu pergerakan yang saling mendekati (Konvergen), saling menjauh (Divergen) dan saling berpapasan (Transfrom) .
1)     Pergerakan lempeng saling mendekati (Konvergen) akan menyebabkan tumbukan dimana salah satu dari lempeng akan menunjam ke bawah yang lain. Daerah penunjaman membentuk suatu palung yang dalam, yang biasanya merupakan jalur gempa bumi yang kuat. Dibelakang jalur penunjaman akan terbentuk rangkaian kegiatan Magmatik dan Gunungapi serta berbagai cekungan pengendapan. Salah satu contohnya terjadi di Indonesia, pertemuan antara lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia menghasilkan jalur penunjaman di selatan pulau Jawa dan jalur Gunungapi Sumatera,


2)     Pergerakan lempeng saling menjauh (Divergen) akan menyebabkan penipisan dan peregangan kerak Bumi dan akhirnya terjadi pengeluaran material baru dari mantel membentuk jalur Magmatik atau Gunungapi. Contoh pembentukan gunungapi di Pematang Tengah Samudera di Lautan Pasific dan Benua Afrika.




3)     Pergerakan saling berpapasan (Transform) dicirikan oleh adanya sesar mendatar yang besar seperti misalnya sesar besar San Andreas di Amerika


Subscribe to receive free email updates: