Angin Lokal


Sahabat geo pada pembelajaran kali ini geomedia akan membahas tentang angin, secara umum angin dibedakan menjadi dua macam yaitu angin yang bersifat lokal dan global.   di Indonesia juga terdapat angin lokal (setempat), yaitu sebagai berikut:

a) Angin darat dan angin laut
Angin darat dan angin laut terjadi di sekitar daerah pesisir dan waktunya hanya sesaat saja yaitu ketika adanya perbedaan temperatur antara perairan laut dan daratan akibat pemanasan. Kita ketahui bahwa air tidak begitu cepat menjadi panas ketika terkena sinar matahari, sebaliknya daratan lebih cepat panas. Pada saat perbedaan kondisi temperatur ini maka mengalirlah udara yang relatif dingin (dari lautan) menuju daratan, sehingga terjadilah angin laut pada siang hari.

Angin Darat











Angin Laut
Menjelang malam, suhu udara di daratan lebih cepat mendingin, sedangkan suhu udara di atas lautan lebih lama menyimpan panas. Akibatnya terjadi perbedaan tekanan udara, di daratan akan lebih padat sedangkan udara diatas lautan lebih panas dan dengan tekanan yang lebih rendah. Akibat perbedaan ini maka mengalirlah udara dari darat menuju lautan, yang disebut angin darat pada malam hari. Nelayan tradisional (belum memanfaatkan mesin motor) yang masih menggunakan perahu layar memanfaatkan angin darat untuk berangkat melaut mencari ikan, sedangkan pada saat keesokan harinya akan memanfaatkan angin laut untuk pulang ke daratan. Untuk dapat merasakan hembusan kedua angin tersebut, pergilah ke daerah pantai yang dekat dengan tempat tinggalmu.

b) Angin gunung dan angin lembah
Pada siang hari, lereng gunung yang menghadap ke arah sinar matahari menerima radiasi panas lebih banyak daripada di bagian lembahnya. Tekanan udara di lereng tersebut lebih rendah akibat pemanaan tersebut, sedangkan di bagian lembah yang lebih dingin akan lebih tinggi tekanan udaranya. Akibat perbedaan suhu dan tekanan ini maka mengalirlah udara dari lembah menuju lereng pegunungan di bagian atasnya yang kemudian disebut angin lembah.
Angin gunung

Angin lembah

Pada malam hari, suhu udara di atas lereng akan lebih cepat melepas panas, sedangkan di bagian lembahnya akan lebih lama menyimpan hawa panas. Akibatnya mengalirlah dari atas lereng angin pegunungan menuju lembah yang disebut angin gunung. Walaupun angin lembah dan angin gunung belum banyak dimanfaatkan oleh manusia, tetapi angin gunung dan angin lembah telah banyak membantu penyerbukan tanaman berbungan sehingga tanaman tersebut berbuah dan atau berkembang biak Di wilayah lembah, suhu udaranya masih relatif tinggi dibandingkan gunung atau pegunungan. Hal ini menyebabkan tekanan udara di lembah lebih rendah (minimum). Akibatnya, berhembuslah angin arah gunung menuju lembah. Itulah yang dinamakan angin gunung. Suasana kedua angin ini akan sangat terasa, jika kamu berada di wilayah kaki gunung atau pegunungan.

c) Angin jatuh (Angin Fohn)
Angin jatuh disebut juga angin fohn, yaitu angin kering yang bergerak menuruni lereng pegunungan. Dilihat dari proses terjadinya, angin jatuh sebenarnya hampir sama dengan angin gunung. Faktor yang membedakan antara angin jatuh dan angin gunung terletak pada sifat-sifatnya. Sebagian besar angin jatuh bersifat kering dan panas. Hal ini terjadijika angin jatuh bertiup dari daerah yang memiliki temperatur lebih tinggi dibandingkan daerah yang didatangi. Contoh angin jatuh yang terdapat di Indonesia, antara lain angin Wambraw (Biak), Bahorok (Sumatera Utara), Kumbang (Cirebon), Gending (Pasuruan), dan Brubu (Makassar).
Angin ini juga dapat bersifat kering dan dingin jika angin bergerak dari puncak pegunungan yang tinggi. Misalnya, angin Misal di pantai selatan Prancis, angin Bora di pantai Samudra Atlantik, dan angin Sirocco di pantai Laut Adriatik.


sumber: memahami geografi kelas x  bagja waluya

Subscribe to receive free email updates: